Senin, 12 Mei 2008

Darmex Agro incar dana IPO US$300 juta

Senin, 24/03/2008

JAKARTA: Perusahaan induk PT Dutapalma Nusantara, PT Darmex Agro, mengincar dana segar US$300 juta atau Rp2,76 triliun dari rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) 20% saham di Bursa Efek Indonesia tahun ini.

Satu eksekutif yang mendengar rencana itu mengatakan Darmex merupakan perusahaan induk yang bergerak di perkebunan kelapa sawit dan CPO. Dengan memanfaatkan momentum tingginya harga CPO di pasar global, diharapkan IPO Darmex Agro bisa menghasilkan dana segar secara maksimal.

"Di tengah bursa saham yang bergejolak, Darmex Agro tetap menyiapkan rencana IPO dan sudah menunjuk Credit Suisse sebagai penjamin emisi yang akan membantu menjual saham itu di pasar internasional," tuturnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Hingga berita ini diturunkan, Bisnis tidak berhasil memperoleh konfirmasi dari eksekutif Darmex Agro atau Dutapalma Nusantara. Rizal Gozali, Direktur Credit Suisse Securities Indonesia, juga tidak bersedia berkomentar soal IPO Darmex. "Kalau soal itu, saya tidak bisa berkomentar dulu."

Dirut Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah mengatakan tidak mengetahui soal IPO itu. "Saya berada di luar kota," katanya pekan lalu.

Dutapalma merupakan salah satu calon perusahaan yang berencana masuk bursa saat ini di tengah ambruknya indeks harga saham gabungan bursa domestik, terimbas dampak negatif bursa global.

Beberap calon emiten baru seperti PT Indika Inti Energi, PT Bayan Resources, dan PT Garudafood tengah menyiapkan rencana serupa.

Hingga kini, gain indeks saham gabungan Bursa Efek Indonesia -15,38%. Namun, penurunan gain saham sektor perkebunan yang paling kecil sebesar 0,05%.

Dutapalma dan anak perusahaannya didirikan di Indonesia pada 1987. Bisnis inti Dutapalma adalah perkebunan dan penyulingan minyak sawit. Dutapalma memiliki 60.000 hektare area perkebunan di Riau dengan kapasitas pengolahan CPO 1.300 ton per hari, pengolahan palm kernel oil 600 ton per hari.

Dutapalma mengoperasikan enam pabrik pengolahan kelapa sawit berkapasitas 420 ton tandan buah segar per jam.

Bahkan, perusahaan tersebut memasuki bisnis hilir CPO dengan membuat konstruksi pabrik terkini sabun dan mi dengan kapasitas 72 ton per hari. Dutapalma memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Cerenti Subur, PT Wana Jingga Timur, PT Kencana Aman Tani, PT Johan Sentosa, PT Eluan Mahkota, PT Darmex Oil & Fats, dan PT Teluk Kuantan Perkasa. (munir.haikal@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Tidak ada komentar:

Kelompok advokasi Riau

Kelompok advokasi Riau
Rebut Alat-alat Produksi !